.::WELCOME::.

+++::Welcome To My Blog::+++

Minggu, 16 Juni 2013

Egois

kadang terbesit dalam lamunan
saat kita tertawa bersama
mendengar riang candamu
menatap indah wajahmu
menatap indahnya kedua bola matamu
melihat bibir manismu bergerak melagukan kata kata yang indah

rasa ini...
terkadang merasuk dalam di hati ini
entah sampai kapan...
kan kusimpan rasa ini

walau kadang sakit itu masih terasa
merasuk jauh ke dalam jiwa
memberi luka merobek hati

tlah kulapangkan rongga dadaku
kubuka seluas luasnya pintu hatiku untuk dirimu...
ku tahu yang kau jalani
membutuhkan pengertian yang dalam akan dirimu

kesabaran dalam melangkah
dalam waktu yang semakin jauh bergulir
aku pun memilih
untuk berpaling darimu
karena ku mengerti
kau bukanlah yang terbaik
dan mungkin
tak akan pernah terjadi seperti itu...

tetap kucoba untuk mengerti
mengukir begitu banyak kenangan akan dirimu
membuat rasa ini...
semakin terjaga sebagai kenangan
dalam setiap detak jantungku

tuk mencoba...
menjaga dirimu...
dalam doa doaku...
tuk menghapus air mata yang meleleh di pipimu
tuk menemanimu dalam sisa hidupmu...
meski ku tahu memang ak yang terlalu...
egois...

selalu teriring rasa sayangku padamu
semoga semua ini...
kan jadi memori yang berarti
bagi kau dan aku...




Untukmu Teman

teringat dahulu
saat ponsel bututku berdring
tak kusangka...
ayah memanggil namaku...
hai kamu, datanglah ke gudang...
papa punya kejutan bagimu...

sesampai diriku di gudang, kutemukan dirimu..
tak terawat, banyak luka dalam dirimu...
sejelek jeleknya rupamu.....
seburuk buruknya dirimu...
aku sangat berterima kasih padamu selama empat tahun ini..

telah kautemani diriku setiap hari kemanapun ku pergi
dari gubuk ayahku ke tempat ku menuntut ilmu
berkeliling kota mencari sesuap nasi
berkumpul dengan teman teman
sampai menjadi saksi bisu rasa cintaku pada beberapa wanita

cuci darah secara rutin aku lalukan
memandikanmu pun terkadang menjadi alasan
mengapa diriku ogah melakukan sesuatu yang lain
mengobati penyakitmu pun aku rela keluar biaya...

seburuk buruknya dirimu
aku tetap sayang padamu... Sumber 

For Dad

aku bukan yang terbaik untukmu
aku juga selalu menyusahkanmu
mungkin...
aku hanya batu sandungan bagimu
hanya dapat merusak impianmu
tanpa dapat...
berikan yang terbaik bagimu

telah banyak yang kau berikan padaku...
entah bagaimana engkau bekerja...
entah bagaimana kau membanting tulangmu untuk menghidupi kami...
entah bagaimana engkau disana dan aku disini...

aku yakin
seburuk buruknya diriku di matamu
separah parahnya tindak tandukku kepadamu
sebenci bencinya diriku padamu
semarah marahnya diriku padamu
engkau dapat menerimaku apa adanya

meski dengan jiwa yang remuk redam
meski dengan keringat deras yang mengalir
meski dengan ratapan dalam hati
meski dalam teriakanmu yang jauh disana
engkau takkan meminta apapun dariku...

for you who is far away there...
I love you,,
my father...


Penantian dalam hujan

kita bagai jarak yang terlampau jauh, yang seolah mustahil untuk aku tempuh

aku duduk sendirian,
di pangkuan senja, di pelukan sore
hanya dingin yang setia,
pada hati ini yang setengah lupa,

sudah ku tunggu semenjak setengah musim terakhir,
ada perjumpaan yang aku impikan,
ada pertemuan yang aku rencanakan,
tapi masih ada rindu yang tak bertuan.

hujan sore ini begitu tenangnya,
bahkan aku tak bisa mengeja bahasanya,
rintik air-nya serupa penantianku, penantian rasa,
sedangkan gemericiknya persis was-was didalam dada,

o...malam yang menua,
haruskah aku sampai padanya dengan tergesa-gesa?


Madiun, 4 Desember 2011
Sumber

Catatan Kecil Penjaga Malam

Dulu setiap malam menjelang tidurmu,
aku selalu mengambil satu bintang yang paling terang
untuk menjagamu dari kegelapan.
Kau pernah bilang pohon cherry yang kau tanam juga mulai layu.
Setiap aku menjaga malam,
aku selalu datang dengan diam-diam untuk menyiraminya dengan harapan dan kau tidak pernah tahu itu.
Suatu hari bintang yang pernah aku berikan kau kembalikan,
kau bilang ia mulai redup dan kau tidak nyaman lagi dengannya.
Kau tidak pernah bilang
pohon cherry yang dulu selalu kurawat kini mulai berbuah
dan aku tidak pernah tahu; "kapan kau memetiknya?'
Dan yang tak akan mungkin bisa kupahami
adalah kenapa kau tidak pernah bisa memahamiku?


Sumber 

Ingatan Hati

Aku tak punya ingatan sesegar embun.
Aku hanya seorang pelupa.
Yang ingin mengingat namamu sekuat yang kubisa.
Kadang aku terlalu nekat menyusun kalimat rumit untukmu, lalu lupa.
Aku sering mencuri kesempatan untuk melihat bayangmu di sudut mataku, lalu berdebar.
Lalu ketika kau lewat begitu saja, aku sesak napas.
Apakah menurutmu aku gila?

Aku seorang pelupa. Aku sadar.
Tapi bolehkah tetap kujaga rasa hangat jemarimu?
Salahkah jika aku memenjara kenangan ini agar tidak kabur?
Kau diantara ribuan jantung yang berdetak, berhasil melucuti rasa rinduku yang membengkak.
Bisakah kuminta kau untuk tetap tinggal sampai kau mendengar suaraku?

Ya, ini tentang kalimat rumit itu.
Aku lupa, tapi hatiku ingat.
Jadi akan kuganti saja kalimatnya.
Kalau lupa lagi, akan kubuat yang baru untukmu.

Kalimat yang hanya untukmu.

Sumber 

Senin, 20 Mei 2013

Puisi untuk orang yang di suka

Tatapanmu melayang di hadapanku seketika itu aku terdiam membisu...
Entah mengapa kau hadir mengisi hariku...
walau kita jarang bertemu...
ketika ramai dan sepi berlalu...
hanya bayangmu tiba-tiba menghampiriku...

hanya urusan dan keputusan yang membuat kita bersatu...
sehingga tak membuatku terpaku...
aku hanya ingin kau di sampingku...
walau kita tak bisa searah berpadu...
aku hanya tertawa rindu...

ilusi ini membuatku berpikir kelabu..
tawa khasmu merona pipiku..
mungkin aku suka kamu...
tapi, aku tak ingin hanya semu...


Sumber 

Di Sudut Kerinduanku

Ketika hujan turun
hanya kepulan asap roko
dan percikan kerinduan menanyakan pengisi hati
sebelah disini . .
sebelah disana . .
berwajah riang dan seratus senyuman ,tergambar jelas di ruang angan yang seolah nyata dalam maya.
indah tuhan .............
kuharap awan segera menutup celah celah dan tutuplah rapat rapat.
supaya air tak turun lagi
dan segera berhenti
agar aku segera menemui dan menghampirimu malam ini
.


Sumber 

Ku Menunggu:

Memang,
Ku suka dia, dia yang tersenyum sambil menggandeng seseorang disampingnya.
Seolah-olah cintaku yang telah berlabuh,
Cukup lama,
di hatinya belum mendapat izin menurunkan jangkar.

Apakah Ku harus menunggu lebih lama lagi,
Hai Kamu bunga mawar di dalam semak berduri?
Aku disini hanyalah menunggu sebuah kepastian.

Kau terus menghantuiku,
di siang dan malamku.
Aku selalu mencintaimu,
Walau Ku tak bisa mendekat,
Seolah samudera memisahkan.
Maafkan Aku, Aku yang hanya bisa menjaga mu dari jauh, di bawah sinar rembulan, Aku pun meneteskan air mata.
  Sumber 

Ini semua hanyalah mimpi

Memang, semua ini merupakan keputusasaan yang tertunda.
Kupikir,
ini semua hanyalah mimpi, yang akan terhapus ketika kudengar kicauan yang menyapaku di pagi hari.

Tetapi, ini bukanlah sesuatu yang biasanya ku alami,
Mungkinkah ini awal perjuanganku?
dari cinta yang tak mungkin bisa menyatu. Ku sadari, ini semua hanyalah sia sia, tapi Aku percaya suatu saat, Aku akan.

Rembulan pun menerangi malamku, dan angin malam mulai terasa.
Dalam kalbu Aku bertanya, "Kenapa ini semua tak seperti sediakala?"
dan tak pernah ada yang memberiku jawaban.

Apakah ini semua salahku Tuhan? Mengapa Aku sebodoh ini, menyiksa diriku sendiri dengan harapan yang menggantungku?
Tapi,
Apakah Kamu yang sebenarnya memberiku sejuta harapan?
Yang mengharuskanku berjalan di atas bara api
untuk
mencapainya?

Tapi Aku percaya. Aku hanya saja perlu untuk bersabar sambil menunggu hujan datang memadamkan bara api itu.
  Sumber